Cita rasa dari seluruh dunia: 9 hidangan klasik vegan untuk dimasak di rumah
Vegetarian masakan veganjauh dari sekadar tren, berakar dari tradisi leluhur banyak budaya. Dari Falafel Lebanon hingga chana masala Indiasetiap hidangan memiliki kisahnya sendiri, memadukan cita rasa, pengetahuan, dan kreativitas. Berikut ini adalah 9 resep vegan penting yang merayakan kekayaan kuliner dari berbagai negara, semuanya mudah disiapkan di rumah!
1. Falafel (Lebanon)
Falafels dan hummus adalah dua pilar kuliner Lebanon yang telah melintasi batas. Hummus, bubur kacang Dua pilar masakan Lebanon ini telah menaklukkan dunia.
- Hummus adalah bubur kacang arab yang dibumbui dengan tahini (krim wijen), bawang putih, jus lemon, dan minyak zaitun. Bergizi dan lezat, sangat cocok disantap dengan sayuran atau roti pita.
- Falafels, kroket emas yang terbuat dari buncis atau kacang panjang, berasal dari masa puasa di Timur Tengah. Disajikan panas, makanan ini sangat cocok disantap dengan salad segar atau saus tahini.
2. Kari buncis (India)
Chana masala, atau kari buncis, lebih dari sekedar hidangan: ini adalah sebuah institusi India. Terbuat dari buncis dan diperkaya dengan rempah-rempah seperti kunyit, jintan dan jahe, rebusan ini merupakan sumber energi dan cita rasa. Di India, di mana sebagian besar penduduknya mengikuti pola makan vegetarian atau vegan karena alasan agama, chana masala, aloo gobi (kentang berbumbu dan kembang kol) atau miju-miju merah memiliki tempat khusus dalam masakan sehari-hari!
3. Salad kubis Jepang (Jepang)
Selada kol Jepang, juga dikenal sebagai selada gaya 'katsu', adalah lauk yang populer di Jepang. Resep ini menampilkan irisan tipis kubis yang dibumbui dengan campuran cuka beras, kecap asin, gula, dan minyak wijen. Kesegaran dan keringanannya sangat kontras dengan hidangan yang lebih hangat, mencerminkan keseimbangan yang mendefinisikan masakan Jepang.
4. Ratatouille (Prancis)
Ratatouille, yang berasal dari wilayah Provence, adalah hidangan yang mewujudkan esensi dari diet Mediterania. Kombinasi terong, cukini, tomat, dan paprika, direbus dengan rempah-rempah aromatik seperti timi dan rosemary, merupakan perayaan hasil bumi musiman yang segar. Dapat disajikan sebagai hidangan utama atau sebagai lauk, selalu disertai dengan baguette berkerak yang enak.
5. Caponata (Italia)
Caponata adalah hidangan Sisilia yang memancarkan esensi Mediterania. Bahan utamanya adalah terong, tomat, seledri, dan caper, disempurnakan dengan sentuhan cuka dan gula yang manis dan asam. Hidangan ini, biasanya disajikan dingin, merupakan penghormatan terhadap pengaruh Arab pada masakan Sisilia - benar-benar lezat!
6. Salmorejo (Spanyol)
Salmorejo, yang mungkin kurang dikenal secara internasional dibandingkan gazpacho (juga vegan), adalah lambang keahlian memasak Andalusia, khususnya di Cordoba. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang kuat, yang diperoleh dari tomat matang, roti, bawang putih, dan minyak zaitun extra virgin, menjadikannya bahan penting dalam masakan Mediterania. Meskipun penyajian tradisionalnya mencakup telur rebus dan ham, versi vegannya hanya menghilangkannya dan menyertakan crouton. Sup dingin yang cocok untuk musim panas ini melambangkan kecerdikan masakan Spanyol, yang menggunakan bahan-bahan sederhana untuk menciptakan kelezatan kuliner!
7. Guacamole (Meksiko)
Guacamole lebih dari sekadar olesan, melainkan lambang budaya Meksiko. Dibuat dari alpukat, bawang bombay, tomat, ketumbar, air jeruk nipis dan sedikit garam, hidangan ini memadukan kesederhanaan dan cita rasa. Tidak hanya digunakan untuk menghiasi totopos, tetapi juga quesadillas, taco, dan patacones.
8. Tabbouleh (Lebanon)
Tabbouleh adalah salad segar beraroma harum yang menonjol karena kesederhanaan dan rasanya. Dibuat dengan bulgur, peterseli, mint, tomat dan bawang bombay, serta dibumbui dengan air perasan lemon dan minyak zaitun, ini adalah hidangan ringan yang melambangkan kesegaran masakan Mediterania. Tidak hanya merupakan pilihan vegan yang ideal, hidangan ini juga mencerminkan pentingnya bahan-bahan segar dalam makanan Lebanon. Keseimbangan keasaman dan teksturnya membuatnya menjadi hidangan yang tak tertahankan.
9. Frites (Belgia)
Meskipun keripik kentang dikenal di seluruh dunia, hanya sedikit orang yang tahu bahwa keripik kentang berasal dari Belgia: renyah di luar dan lembut di dalam. Kentang goreng, meskipun sederhana, adalah simbol kecerdikan kuliner Eropa.
Bagaimana denganmu?
Apakah Anda tahu tentang semua hidangan vegan ini? Apakah Anda akan memasukkan salah satu dari mereka ke dalam daftar? Beri tahu kami pendapat Anda di kolom komentar :)
Komentar