Penggorengan udara atau oven tradisional: apa yang perlu Anda ketahui sebelum menyesali pembelian Anda
L'Penggorengan Udaraatau penggorengan udara panas, telah menaklukkan banyak dapur dengan janjinya untuk memasak dengan cepat dan sehat, sering kali dibandingkan dengan oven tradisional. Namun, manakah di antara kedua peralatan ini yang paling ekonomis, baik dari segi konsumsi energi maupun efisiensi secara keseluruhan? Mari kita lihat kriteria penting untuk membantu Anda membuat pilihan yang tepat:
1. Konsumsi energi: keuntungan bagi Air Fryer
Salah satu argumen utama yang mendukung Air Fryer adalah konsumsi energinya yang rendah. Oven tradisional standar mengkonsumsi rata-rata antara 2.000 hingga 3.000 watt per jam, sedangkan Air Fryer mengkonsumsi sekitar 1.200 hingga 1.800 watt, pengurangan konsumsi yang signifikan.
Terlebih lagi, Air Fryer memanas dengan sangat cepat, seringkali dalam waktu kurang dari 3 menit, dibandingkan dengan 10 hingga 15 menit untuk memanaskan oven konvensional. Ini berarti lebih sedikit waktu yang digunakan, dan karena itu konsumsi listrik lebih rendah.
Kesimpulannya :
- Air Fryer: Konsumsi energi yang lebih rendah dan waktu memasak yang lebih singkat.
- Oven tradisional: Konsumsi lebih tinggi karena kapasitasnya yang lebih besar.
2. Waktu dan hasil memasak: efisiensi Air Fryer
Air Fryer menggunakan sistem konveksi yang mengedarkan udara panas dengan cepat ke sekeliling makanan, memastikan pemasakan yang merata dan cepat. Alat ini memasak makanan tertentu hingga 25-30% lebih cepat daripada oven tradisional.
Di sisi lain, oven tradisional lebih cocok untuk waktu memasak yang lama dan makanan dalam jumlah besar. Ini menawarkan keserbagunaan yang lebih besar, memungkinkan beberapa hidangan dimasak pada saat yang sama, yang secara ekonomi dapat menguntungkan untuk makanan keluarga.
Kesimpulannya :
- Air Fryer: Ideal untuk porsi kecil dan makanan cepat saji.
- Oven tradisional: Lebih efisien untuk makanan besar dan kompleks.
3. Harga pembelian dan masa pakai
Biaya awal Air Fryer bervariasi antara Rp 60 dan Rp 250, tergantung pada merek dan kapasitasnya, sedangkan oven built-in tradisional dapat berharga antara Rp 300 dan Rp 1.500.
Namun, oven memiliki umur yang lebih panjang, seringkali sekitar 10 hingga 15 tahun, sedangkan Air Fryer cenderung lebih cepat rusak, dengan umur rata-rata 5 hingga 8 tahun.
Kesimpulannya :
- Air Fryer: Lebih terjangkau pada saat pembelian, tetapi umurnya lebih pendek.
- Oven tradisional: Investasi awal yang lebih tinggi tetapi masa pakai yang lebih lama.
4. Keserbagunaan dan kapasitas memasak
Meskipun Air Fryer unggul dalam memasak makanan yang digoreng atau dipanggang dengan cepat (keripik, nugget, sayuran panggang), Air Fryer memiliki keterbatasan dalam hal hidangan yang lebih besar seperti daging panggang atau semur. Oven tradisional, di sisi lain, tetap menjadi alat penting untuk hidangan keluarga, memasak bain-marie atau membuat kue.
Kesimpulannya :
- Penggorengan Udara: Sempurna untuk hidangan cepat dan renyah.
- Oven tradisional: Sangat diperlukan untuk berbagai macam hidangan.
5. Pemeliharaan dan kepraktisan
Air Fryer umumnya lebih mudah dibersihkan, dengan keranjangnya yang dapat dilepas dan aman untuk mesin cuci piring. Sebaliknya, oven membutuhkan perawatan rutin, terutama untuk menghilangkan minyak dari dinding dan kisi-kisi.
Kesimpulannya :
- Penggorengan Udara: Lebih cepat dan lebih mudah dibersihkan.
- Oven tradisional: Perawatan yang lebih berat, tetapi kapasitasnya lebih besar.
Keputusan: mana yang harus dipilih?
Jika prioritas Anda adalah menghemat energi, memasak dengan cepat, dan menggunakan ruang yang minimal di dapur Anda, maka Air Fryer adalah pilihan terbaik. Di sisi lain, bagi mereka yang memasak dalam jumlah banyak, suka memanggang atau mencari alat yang tahan lama, oven tradisional masih menjadi pilihan utama.
Jadi :
- Pilihlah Air Fryer jika Anda mencari kepraktisan, kecepatan, dan penghematan energi.
- Pilihlah oven tradisional jika Anda sering memasak untuk beberapa orang dan membutuhkan alat yang serbaguna.
Adèle Peyches
Komentar