Ciri-ciri yang membantu Anda mengenali udang segar saat berbelanja
Udang mungkin merupakan krustasea yang paling membekas dalam ingatan kuliner orang Spanyol. Udang menjadi hidangan utama dalam banyak perayaan, mulai dari Natal hingga ulang tahun dan santap bersama keluarga. Udang juga merupakan bahan yang paling sering menimbulkan keraguan saat seseorang menghampiri konter penjual ikan. Memilih udang yang tepat bukan perkara sepele: kesegarannya menentukan bukan hanya rasa, tetapi juga tekstur, keamanan pangan, dan kualitas akhir hidangan.
Pasar saat ini menawarkan berbagai jenis udang: segar hasil tangkapan hari itu, segar dari pelelangan ikan tetapi sudah menempuh perjalanan satu atau dua hari, didinginkan, dibekukan dengan pembekuan cepat, dibekukan di kapal, dimasak di tempat asal, dicairkan... dan masing-masing perlu dinilai dengan cara berbeda. Namun, pertanyaan yang lebih penting adalah: bagaimana membedakan udang yang benar-benar segar dari udang yang kualitasnya mulai menurun?
Untuk menjawabnya, kita perlu mengamati dengan saksama dan belajar mengenali tanda-tanda kecil yang tampak pada udang: aroma, tekstur, warna, dan kekencangan. Jika kita tahu apa yang perlu diperhatikan, kita dapat lebih yakin membedakan udang yang baru tiba dari laut dengan udang yang mulai rusak.
1. Bau
Kesegaran tidak bisa disamarkan. Udang segar beraroma laut yang bersih, sedikit beraroma yodium, tanpa aroma tajam. Aromanya harus lembut, tidak pernah menyengat.
Jika tercium aroma manis, amonia, atau "bau makanan laut yang sudah lama", berarti pembusukan telah dimulai. Bau menyengat bukanlah tahap awal, melainkan peringatan.
Makanan laut cepat membusuk dan, begitu prosesnya dimulai, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memulihkannya. Jika aromanya sedikit saja menimbulkan keraguan, sebaiknya jangan dibawa pulang. Dalam hal ini, indra penciuman biasanya tidak menipu.
2. Kepala
Kepala udang adalah bagian pertama yang menunjukkan tanda-tanda penurunan kesegaran.
- Warna: harus tetap merata. Perubahan warna menjadi kehitaman atau kecokelatan menandakan oksidasi.
- Perlekatan pada tubuh: jika kepala mudah terlepas atau terasa longgar, udang telah kehilangan kekencangannya.
- Kondisi bagian dalam: saat masih sangat segar, bagian dalamnya tampak padat. Jika terlihat terlalu berair atau keruh, proses penurunan kualitas telah dimulai.
Bagian ini juga merupakan bagian udang yang paling mudah rusak. Karena itu, biasanya bagian inilah yang lebih dahulu menunjukkan bahwa udang mulai kehilangan kesegarannya.
3. Cangkang
Cangkang udang segar terasa kencang, berkilau, dan tembus cahaya. Kulitnya harus melekat dengan baik pada segmen, bebas dari kantong udara, kerutan dan noda.
Jika terlihat kusam, lunak atau memiliki area berair yang kecil, kesegarannya tidak lagi optimal.
4. Sentuh
Indra peraba memberikan informasi yang tidak selalu terlihat oleh mata. Udang segar:
- terasa kenyal dan padat, tetapi tidak keras;
- kembali ke bentuk semula setelah ditekan perlahan;
- tidak terasa berlendir.
Permukaan berlendir merupakan tanda jelas bahwa udang mulai rusak. Jika permukaannya menjadi lengket atau licin, sebaiknya udang tersebut dibuang karena kesegarannya sudah menurun dan kerusakannya berlangsung cepat.
5. Ekor dan kaki
Kaki-kakinya harus utuh, tidak patah atau terlepas. Ekornya harus tetap rapat dan melengkung. Ekor yang terbuka atau tampak lemas menandakan bahwa kesegarannya telah menurun.
Penjual ikan yang berpengalaman biasanya memperhatikan hal-hal ini lebih dahulu.
6. Warna
Setiap spesies memiliki warna khasnya sendiri, tetapi warnanya tidak boleh kusam. Perlu diingat, tidak semua udang berwarna merah muda; ada yang hampir transparan, ada pula yang kemerahan atau kebiruan.
Kriterianya sederhana: warnanya harus cerah dan tampak segar, tidak keabu-abuan, gelap, ataupun kekuningan.
Bintik-bintik hitam kecil dapat muncul secara alami, tetapi jika menyebar dengan cepat atau bertambah banyak, itu menandakan oksidasi atau penyimpanan yang buruk.
7. Konservasi
Bahkan udang berkualitas tinggi pun dapat kehilangan kesegarannya dalam hitungan jam jika tidak disimpan dengan baik.
Di toko ikan dan supermarket, udang harus diletakkan di atas es bersih, bukan di dalam genangan air, dan disimpan pada suhu antara 0 ºC hingga 4 ºC.
Makanan laut yang "didinginkan" tetapi tidak diletakkan di atas es akan kehilangan kualitasnya dalam hitungan menit.
Jika tempat penjualan tidak memenuhi ketentuan ini, kondisi udang—segar ataupun tidak—sudah kurang menguntungkan.
Bagaimana dengan udang yang dicairkan?
Udang yang sudah dicairkan tidak menjadi masalah jika statusnya diberitahukan dengan jelas dan udang tersebut dibekukan di kapal. Udang seperti ini sering kali lebih aman daripada "udang segar" palsu yang sudah menempuh perjalanan selama berhari-hari.
Untuk mengenali udang yang sudah dicairkan:
- dagingnya biasanya kurang padat;
- cangkangnya lebih mudah terlepas;
- warnanya mungkin tampak lebih kusam;
- terkadang terdapat lapisan tipis berair.
Toko ikan wajib memberi label "sudah dicairkan" pada makanan laut yang telah dicairkan. Jika tidak ada keterangan, sebaiknya tanyakan.
Patricia González
Komentar