Hidup dalam keadaan lelah di musim dingin bukanlah hal yang normal. Makanan yang tepat dapat mengubah segalanya dalam beberapa hari dan inilah alasannya

Saturday 10 January 2026 08:30
Hidup dalam keadaan lelah di musim dingin bukanlah hal yang normal. Makanan yang tepat dapat mengubah segalanya dalam beberapa hari dan inilah alasannya

Pada hari-hari yang dingin, tubuh kita seakan-akan masuk ke mode "hemat energi", bukan?

Kita bangun dengan lambat, kopi kita sepertinya tidak bertahan lama dan sofa menjadi magnet. Namun, berlawanan dengan penampilan, ini bukan sekadar kemalasan. Ada penjelasan fisik dan emosional di balik penurunan suasana hati ini.

Selama musim dingin, tubuh cenderung menggunakan lebih banyak energi untuk menghangatkan diri, namun secara paradoks kita lebih sedikit bergerak. Hanya ada sedikit sinar matahari dan ini mengurangi produksi alami vitamin D dan serotonin, dua zat yang terkait dengan energi dan suasana hati yang baik. Hasilnya? Lebih lelah, lebih lapar dan lebih sedikit keinginan untuk beranjak dari tempat tidur.

Kabar baiknya, hal ini bisa dibalik dengan perubahan yang sederhana dan menyenangkan.


Rahasia untuk memiliki lebih banyak energi di musim dingin (dan tidak merasa terlalu lelah)

Ketika cuaca dingin tiba, banyak orang merasakan efek yang sama: lebih sedikit energi, lebih banyak tidur dan keinginan yang tidak terkendali untuk tetap berada di balik selimut.

Namun, apa yang terlihat seperti kemalasan belaka sebenarnya adalah tubuh yang mencoba beradaptasi dengan penurunan suhu dan kurangnya sinar matahari. Kabar baiknya adalah bahwa ada cara alami untuk mendapatkan kembali energi dan humor yang baik selama musim dingin.

Mengapa musim dingin menguras energi kita

Dengan hari yang lebih pendek dan paparan sinar matahari yang lebih sedikit, tubuh memproduksi lebih sedikit serotonin dan vitamin D, yang dapat menyebabkan keputusasaan dan kelelahan.

Selain itu, pencernaan cenderung melambat dan tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk tetap hangat - dan di situlah makanan membuat perbedaan.

Vitamin C: sekutu energi dan kekebalan tubuh

Di antara semua nutrisi, vitamin C adalah salah satu bintang musim dingin.

Vitamin C memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan penyerapan zat besi dan membantu tubuh melawan kelelahan.

Sertakan dalam menu Anda:

  • Buah jeruk: jeruk, jeruk keprok, lemon, dan kiwi
  • Buah merah: stroberi, raspberry, acerola
  • Sayuran: paprika, brokoli, dan kubis

Tip: makanlah buah-buahan ini segar atau campurkan dengan yoghurt, bubur, dan bahkan teh - panasnya yang lembut akan membantu penyerapan dan membuat hari Anda lebih nyaman.

Makanan yang membangunkan tubuh

Agar energi Anda tetap terjaga, pilihlah makanan yang hangat, penuh warna dan bergizi.

  • Biji-bijian dan kacang-kacangan (seperti lentil dan buncis) menjamin energi yang tahan lama.
  • Rempah-rempah seperti jahe, kunyit dan kayu manis dapat melancarkan peredaran darah dan "membakar" metabolisme.
  • Kacang-kacangan dan kastanye menawarkan lemak baik yang menyehatkan otak dan membantu konsentrasi.

Teh jahe dengan lemon dan madu, atau sup dengan sayuran dan kunyit, dapat menjadi bahan bakar Anda untuk menangkal hawa dingin.

Pikiran ringan, tubuh terjaga

Bukan hanya tubuh yang merasakan musim dingin. Pikiran juga melambat.

Itulah mengapa ada baiknya Anda berinvestasi pada saat-saat perawatan diri: melakukan peregangan saat bangun tidur, mandi air panas dengan aroma jeruk, dan memanfaatkan cahaya alami bila memungkinkan.

Gerakan-gerakan kecil ini merangsang produksi endorfin dan serotonin, memperbaharui suasana hati Anda dari dalam ke luar.


Jadi apa rahasianya?


Rahasia untuk memiliki lebih banyak energi di musim dingin terletak pada pemberian makanan yang dibutuhkan tubuh Anda, bergerak sedikit setiap hari dan mencari sinar matahari kapan pun Anda bisa.
Dengan vitamin C, kebiasaan yang baik dan kesenangan di meja makan, musim dingin bisa menjadi musim yang paling menyegarkan sepanjang tahun

Komentar

Beri nilai artikel ini: