Makanan-makanan ini tidak boleh disimpan di pintu lemari es (dan Anda mungkin melakukan kesalahan)
Kita semua melakukannya, tanpa benar-benar memikirkannya. Saat kita pulang dari berbelanja, kita segera menyimpan barang-barang... dan kemudian beberapa produk berakhir di pintu lemari es. Nyaman, mudah terlihat, mudah diakses: tempat ini tampak sempurna untuk bahan makanan sehari-hari.
Namun itu adalah salah satu tempat terburuk untuk menyimpan beberapa di antaranya.
Itu karena pintu lemari es adalah area yang paling sering terpapar variasi suhu. Setiap kali dibuka, udara panas masuk, udara dingin keluar... dan keluar masuknya udara yang konstan ini dapat mengubah kualitas makanan tertentu, terkadang lebih cepat dari yang Anda kira.
Jadi makanan apa yang tidak boleh Anda masukkan ke dalamnya? Berikut adalah kesalahan utama yang harus dihindari.
Telur: kesalahpahaman yang tersebar luas
Ini mungkin adalah kesalahan yang paling umum.
Sebagian besar lemari es memiliki kompartemen telur langsung di pintu. Akibatnya, Anda hanya mengikuti arus... tanpa mengajukan pertanyaan apa pun.
Namun itu bukan tempat yang seharusnya.
Telur sangat sensitif terhadap variasi suhu. Dengan menyimpannya di dalam pintu, Anda membuat mereka terpapar pada variasi konstan yang dapat mempercepat kerusakannya.
Hal terbaik yang harus dilakukan adalah menyimpannya di dalam karton aslinya, di bagian tengah lemari es, yang suhunya stabil.
Hal ini juga membantu melindunginya dari bau.
Susu: produk rapuh yang perlu dilindungi
Kita sering berpikir untuk meletakkan botol susu di pintu. Praktis dan dapat disimpan dengan baik... tetapi tidak ideal.
Susu adalah produk sensitif yang tidak tahan terhadap variasi suhu. Di dalam pintu, ia sering mengalami perubahan setiap kali lemari es dibuka.
Akibatnya, susu dapat membusuk lebih cepat, bahkan sebelum tanggal yang tertera.
Untuk menghindari hal ini, sebaiknya letakkan di bagian terdingin lemari es, terutama setelah dibuka.
Yoghurt dan produk susu segar: terlalu sensitif untuk lokasi ini
Hal yang sama berlaku untuk yoghurt, makanan penutup susu, dan fromage frais.
Produk-produk ini membutuhkan suhu yang konstan agar tetap baik. Di dalam lemari es, produk ini dapat mengalami fluktuasi secara teratur, yang dapat mengubah tekstur, rasa, dan masa simpannya... serta umur simpannya.
Ini adalah detail kecil, tetapi dapat membuat perbedaan antara produk yang masih bagus dan yang harus dibuang.
Idealnya, produk tersebut harus disimpan di rak tengah.
Daging dan ikan: kesalahan yang harus dihindari dengan cara apa pun
Di sini, ini bukan hanya masalah kualitas... tetapi juga keamanan.
Daging dan ikan adalah salah satu makanan yang paling sensitif. Mereka harus disimpan pada suhu yang sangat rendah dan di atas semua suhu yang stabil.
Menempatkannya di pintu lemari es adalah kesalahan yang tidak boleh Anda lakukan.
Di area ini, suhunya terlalu tinggi dan tidak stabil, yang dapat mendorong pertumbuhan bakteri.
Tempat yang tepat: bagian terdingin dari lemari es, biasanya di bagian bawah.
Makanan siap saji dan sisa makanan: waspadalah terhadap variasi
Anda akan berpikir bahwa sisa makanan dapat disimpan di mana saja. Tetapi mereka juga sensitif.
Makanan yang sudah dimasak, bahkan saat didinginkan, harus disimpan dalam kondisi stabil untuk menghindari risiko kontaminasi atau pembusukan.
Di dalam pintu, variasi suhu dapat mempercepat kerusakannya.
Akibatnya, makanan tersebut tidak dapat bertahan lama dan mungkin kehilangan sebagian kualitasnya.
Keju segar: lebih mudah disimpan daripada yang Anda bayangkan
Tidak semua keju bereaksi dengan cara yang sama.
Keju yang keras mungkin sedikit lebih toleran. Di sisi lain, keju segar atau lunak jauh lebih sensitif.
Di dalam pintu, mereka berisiko lebih cepat rusak.
Tekstur yang berubah, rasa yang kurang enak ... ini sering kali merupakan tanda pertama.
Sebaiknya letakkan di tempat yang lebih stabil di lemari es untuk menjaga kualitasnya.
Mengapa kesalahan-kesalahan ini sangat umum terjadi?
Jawabannya sederhana: pintu adalah tempat yang paling praktis.
Di sanalah kita meletakkan barang-barang yang paling sering kita gunakan. Kita pikir kita akan menghemat waktu dan menjadi lebih terorganisir... tapi kita melupakan satu faktor penting: suhu.
Pintu adalah bagian terpanas dari lemari es.
Dan di atas segalanya, bagian yang paling banyak mengalami variasi.
Inilah yang membuatnya tidak cocok untuk semua makanan sensitif.
Jadi, apa yang bisa kita taruh di pintu?
Untuk memahami hal ini, kita hanya perlu berpikir secara terbalik.
Pintu ini hanya cocok untuk produk yang dapat mentoleransi variasi suhu dengan baik.
Ini adalah kasus untuk :
- saus
- bumbu
- minuman
Mengapa demikian? Karena makanan tersebut sering mengandung garam, gula atau cuka, yang berfungsi sebagai pengawet.
Makanan-makanan ini secara alami lebih tahan.
Refleks yang tepat untuk diterapkan
Lain kali saat Anda menyimpan belanjaan Anda, tanyakan pada diri Anda satu pertanyaan sederhana: apakah makanan ini sensitif terhadap suhu?
Jika jawabannya ya, maka makanan tersebut tidak layak disimpan di dalam kulkas.
Lemari es yang tertata rapi berarti makanan lebih terjaga, tidak banyak yang terbuang, dan mempertahankan rasanya.
Adèle Peyches
Komentar