Apakah kastanye membuat gemuk? Inilah yang sebenarnya dikatakan ahli gizi

Monday 17 November 2025 10:52 - Daniele Mainieri
Apakah kastanye membuat gemuk? Inilah yang sebenarnya dikatakan ahli gizi

Hangat, menghangatkan, dan beraroma musim gugur: kastanye adalah salah satu kenikmatan yang paling digemari pada musim ini. Namun, pertanyaan ini selalu muncul setiap tahun: apakah kastanye membuat gemuk? Jawaban para ahli ternyata lebih bernuansa daripada yang mungkin dibayangkan. Dalam artikel ini, kami merangkum pendapat ahli gizi Italia, data gizi terbaru, dan saran praktis untuk memasukkan kastanye ke dalam pola makan secara seimbang, tanpa mengorbankan cita rasanya.


Nilai gizi: lebih banyak 'sereal' daripada buah kering

Kastanye memiliki profil yang sangat berbeda dari kenari dan almon: kastanye terutama mengandung karbohidrat kompleks, serat dalam jumlah cukup tinggi, dan sangat sedikit lemak. MyPersonalTrainer mencatat bahwa 100 g kastanye matang mengandung sekitar 180 kkal, 2 g protein, 1 g lemak, dan hampir 40 g karbohidrat kompleks, serta antioksidan alami seperti asam galat dan asam elagat.

Humanitas mengonfirmasi kandungan serat yang baik dan kadar lemak yang rendah. Kedua hal ini membantu mengatur penyerapan gula dan mencegah lonjakan gula darah.

Apakah kastanye menggemukkan?

Tidak, tidak dengan sendirinya. Seperti yang dijelaskan ahli gizi Simone Gabrielli dalam wawancara dengan Cookist, kastanye “tidak dengan sendirinya membuat gemuk, tetapi perlu dipandang sebagai sumber karbohidrat”. Dengan kata lain, Anda tidak perlu menghilangkannya dari pola makan, tetapi perlu belajar memasukkannya dalam konteks pola makan yang tepat. Saat mengonsumsinya, sebaiknya hindari makanan bertepung lainnya, seperti roti, pasta, atau kentang, dalam santapan yang sama agar asupan dari berbagai sumber energi tetap seimbang.

Dr. Roberto Mele, ahli gizi di IRCCS Ospedale San Raffaele di Milan yang diwawancarai oleh Fanpage, menambahkan bahwa kastanye “kaya akan karbohidrat dan hampir tidak mengandung lemak” serta merupakan “sumber energi alami yang sempurna untuk musim dingin”. Mele juga menyarankan porsi praktis: sekitar 50 gram saat sarapan, ideal untuk menambah energi pada pagi hari, dan 100 gram saat makan siang, sebagai alternatif seimbang pengganti roti atau serealia.

Singkatnya, kastanye tidak perlu ditakuti, tetapi perlu dipahami: jika dikonsumsi secukupnya dan dimasukkan dengan tepat ke dalam santapan, kastanye dapat menjadi makanan berharga bagi mereka yang menginginkan cita rasa, energi, dan kesehatan, tanpa mengganggu upaya menjaga berat badan.

Manfaat utama menurut para profesional

1. Rasa kenyang dan pengendalian nafsu makan berkat serat dan karbohidrat kompleks, yang juga membantu menjaga keteraturan buang air besar.

2. Energi “bersih” dan zat gizi mikro: kalium, magnesium, tembaga, dan vitamin B mendukung metabolisme dan fungsi otot.

3. Indeks glikemik sedang jika dikonsumsi sebagai bagian dari santapan yang seimbang, sehingga bermanfaat bagi mereka yang perlu mengelola kadar gula darah.

4. Secara alami bebas gluten dan sangat serbaguna di dapur: dapat dipanggang, direbus, dimasukkan ke dalam sup, atau diolah menjadi tepung untuk membuat kue dan roti.

Porsi dan kombinasi yang cerdas

Kalori memang penting, tetapi porsi dan konteks konsumsinya juga sangat penting. Pakar Simone Gabrielli menyarankan panduan berikut:

  • Camilan: 3–5 kastanye kupas, sekitar 20–30 g.
  • Santapan: 80–100 g kastanye sebagai pengganti roti atau pasta.
  • Paduan: konsumsi bersama kacang-kacangan, yoghurt Yunani, ikan, atau produk susu rendah lemak untuk menyeimbangkan asupan karbohidrat dengan protein dan sedikit lemak “baik”.

Ide-ide praktis untuk memasukkannya ke dalam makanan

Sarapan musim gugur

Mulailah hari dengan energi dan rasa manis alami: remukkan 4–5 kastanye rebus ke dalam semangkuk yoghurt tawar yang kental, tambahkan buah musiman seperti pir, apel, atau kesemek, lalu taburkan sedikit kayu manis. Hasilnya adalah sarapan musim gugur yang harum dan bergizi, sempurna untuk mengisi kembali energi tanpa gula rafinasi.

Santapan seimbang

Untuk makan siang yang mengenyangkan dan sehat, cobalah sup kacang-kacangan dan kastanye: cita rasa khas kastanye berpadu dengan tekstur lembut kacang-kacangan atau lentil, menghasilkan hidangan lengkap yang mengandung karbohidrat kompleks, protein nabati, dan serat. Anda dapat mengganti roti dengan kastanye untuk pilihan yang lebih mudah dicerna dan manis alami.

Lauk cerdas

Ubah salad sederhana menjadi hidangan istimewa: tambahkan kastanye cincang yang dipanggang sebagai pengganti potongan roti panggang. Kastanye sangat cocok dipadukan dengan sayuran berdaun hijau seperti bayam muda atau arugula, serta segenggam biji labu atau biji bunga matahari. Renyah dan harum, kastanye menghadirkan cita rasa musim gugur yang menggugah selera dan sentuhan elegan di meja makan.

Kesimpulan: Chestnut, kenikmatan yang disadari antara rasa dan kesejahteraan

Kastanye sama sekali bukan musuh bagi bentuk tubuh: sebaliknya, kastanye mengenyangkan, bergizi, dan sangat serbaguna, sehingga dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang apa pun.

Seperti diingatkan oleh sejumlah ahli gizi Italia, kuncinya terletak pada jumlah dan paduannya. Kastanye perlu dipandang sebagai sumber karbohidrat kompleks dalam santapan. Karena itu, penting untuk tidak memadukannya dengan makanan bertepung lain seperti roti atau pasta, melainkan melengkapinya dengan protein rendah lemak dan sayuran musiman.

Dengan demikian, kastanye menjadi bahan yang sempurna untuk menciptakan hidangan harmonis yang memadukan energi, cita rasa, dan sensasi ringan. Dengan menyeimbangkan tradisi dan kesehatan, kastanye jauh lebih dari sekadar buah musim gugur: kastanye adalah kenikmatan yang dinikmati dengan penuh kesadaran, kaya akan sejarah dan kehangatan, yang mengingatkan kita bahwa cita rasa kuno pun dapat mendukung kesehatan masa kini.

Daniele MainieriDaniele Mainieri

Komentar

Beri nilai artikel ini: