Apakah Anda sudah makan ham yang dimasak terbuka selama berhari-hari? Waspadai risiko Salmonella

Wednesday 28 January 2026 11:00
Apakah Anda sudah makan ham yang dimasak terbuka selama berhari-hari? Waspadai risiko Salmonella

Jujur saja: di setiap kulkas Italia terdapat sebungkus ham matang, mungkin dibungkus dengan kertas deli atau nampan plastik, tergeletak di sana sejak hari Senin. Ini adalah 'penghemat makan malam' resmi kami, cocok untuk sandwich anak-anak saat bepergian atau untuk memperkaya roti bakar sepulang dari kantor. Namun, irisan yang terlihat begitu polos itu bisa jadi menyembunyikan jebakan yang lebih dari sekadar rasa yang 'tidak enak'.


Seringkali, karena terburu-buru atau keinginan untuk tidak menyia-nyiakan makanan (sebuah nilai yang sakral di dapur kita), kita mengabaikan tanda bahaya yang mendasar. Jika ham tersebut telah dibuka selama lebih dari beberapa hari, Anda bisa saja menghadapi risiko yang tidak Anda perhitungkan : Salmonella. Ini bukan tentang menakut-nakuti, tapi tentang memahami bagaimana kebiasaan kita 'mengendus untuk memutuskan', sayangnya, sama sekali tidak efektif melawan bakteri yang paling berbahaya. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa keamanan makanan Anda harus diperhatikan dan bagaimana melindungi keluarga Anda tanpa mengorbankan rasa.

Musuh yang tak terlihat: mengapa bau tidak akan menyelamatkan Anda

Kesalahan pertama yang sering kita lakukan adalah mempercayai indra kita. Kita mencium bau ham, menyentuhnya dengan cepat dan, jika tidak berbau busuk dan tidak berlendir, kita menganggapnya aman. Ini adalah kebiasaan yang umum, yang sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari, namun sayangnya tidak terlalu dapat diandalkan dari sudut pandang keamanan pangan.

Para ahli seperti ahli teknologi makanan dari EFSA (Otoritas Keamanan Pangan Eropa) memperingatkan bahwa patogen seperti Salmonella atau Listeria tidak berbau dan tidak berasa. Ketika ham mulai berbau, itu karena bakteri pembusuk (yang merusak makanan), tetapi bakteri patogen (yang membuat Anda masuk rumah sakit) mungkin sudah ada di sana, berpesta dengan sepotong ham yang sudah dimasak, jauh sebelum Anda menyadari adanya perubahan sedikit pun pada aromanya.

Berapa lama ham yang dimasak benar-benar bertahan setelah dibuka?

Ham yang dimasak adalah produk dengan aktivitas air yang tinggi dan nilai pH yang disukai bakteri. Setelah kemasan dibuka, atmosfer pelindung menghilang dan hitungan mundur dimulai. Tapi berapa lama waktu yang kita miliki?

Menurut pedoman dari lembaga kebersihan makanan utama, berikut adalah jadwal untuk tidak mengambil risiko:

  1. Dalam 24-48 jam setelah pembukaan: ini adalah fase konsumsi yang ideal. Ham mempertahankan rasa dan tekstur yang optimal dan risiko mikrobiologis tetap rendah jika disimpan dengan benar di lemari es.
  2. Setelah 48 jam: jumlah bakteri mulai meningkat secara signifikan, meskipun tidak ada bau atau perubahan yang terlihat. Produk mungkin masih terlihat bagus, tetapi belum tentu demikian dari sudut pandang keamanan.
  3. Lebih dari 3-4 hari: risiko kontaminasi, termasuk salmonellosis dan kontaminasi silang dengan makanan lain, menjadi nyata. Melebihi ambang batas ini berarti mengekspos diri Anda pada bahaya yang tidak perlu dan bertentangan dengan aturan paling dasar tentang keamanan pangan rumah tangga.

Ilmu konservasi: 5 kesalahan yang tidak boleh Anda lakukan

Mengapa ham yang dimasak lebih lembut daripada ham mentah? Perbedaannya terletak pada proses pengolahannya. Ham yang dimasak adalah bahan makanan yang sudah dimasak dengan kadar air yang tinggi: kombinasi yang menciptakan lingkungan yang ideal untuk perkembangbiakan bakteri. Inilah sebabnya mengapa ham ini membutuhkan lebih banyak perawatan daripada ham yang diawetkan. Untuk menghindari kulkas menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri, penting untuk mematuhi beberapa aturan yang tepat:

  1. Suhu lemari es: pastikan suhu disetel pada 4°C atau kurang. Setiap kenaikan satu derajat akan mempercepat pertumbuhan mikroba dan secara drastis mengurangi waktu penyimpanan yang aman.
  2. Posisi yang benar: ham harus disimpan di rak tengah atau di kompartemen yang didedikasikan untuk daging dan potongan daging dingin. Hindari pintu dan laci sayuran, area yang sering mengalami perubahan suhu.
  3. Wadah yang tepat: tidak ada kertas deli atau baki terbuka. Pindahkan ham ke dalam wadah kaca kedap udara, yang membatasi paparan udara, memperlambat oksidasi, dan mengurangi risiko kontaminasi.
  4. Jangan pernah menyentuh irisan daging dengan tangan Anda: selalu gunakan garpu atau penjepit yang bersih. Tangan adalah salah satu sarana utama bakteri dan dapat membahayakan keamanan produk dalam sekejap.
  5. Aturan 20 menit: jangan pernah meninggalkan ham pada suhu kamar selama makan. Hanya perlu waktu sekitar 20 menit dari lemari es untuk bakteri mulai berkembang biak dengan cepat.

Gejala dan risiko: ini bukan flu biasa

Kita sering meremehkan salmonellosis, mengira bahwa ini adalah 'sakit perut'. Namun, sumber Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa gejalanya dapat bervariasi, mulai dari keluhan pencernaan ringan hingga bentuk yang jauh lebih parah, terutama untuk anak-anak, orang tua atau orang yang lemah. Mual, kram perut, demam, dan diare adalah tanda-tanda bahwa tubuh Anda sedang melawan infeksi.

Mengapa mengambil risiko sakit berhari-hari hanya untuk sepotong ham seharga 50 sen? Pencegahan adalah bahan terbaik di dapur Anda.

Dapur pintar: lebih sedikit limbah, lebih aman

Rahasia memasak yang lezat dan aman tidak hanya mengetahui cara memasak yang baik, tetapi juga cara mengelola lemari es dan kulkas dengan benar . Ham yang dimasak tetap menjadi sekutu yang tak ternilai untuk makanan yang cepat, nyaman, dan ekonomis, tetapi harus diperlakukan sebagaimana adanya: makanan segar dan lembut yang membutuhkan perawatan setelah dibuka.

Lain kali jika Anda menemukan kemasan yang sudah dibuka selama beberapa hari, berhentilah sejenak. Kesehatan Anda lebih berharga daripada rasa bersalah karena membuang dua potong daging yang sudah diiris. Rencanakan belanja Anda secara sadar, pilihlah kemasan yang lebih kecil dan konsumsilah daging dingin dalam waktu 24-48 jam setelah dibuka, terutama di musim panas atau jika kulkas Anda terisi penuh.

Komentar

Beri nilai artikel ini: