5 manfaat kesehatan dari labu siam (dan mengapa salah jika Anda tidak memakannya)
Mereka adalah ratu musim gugur/musim dingin: manis, meleleh, penuh warna... dan sangat baik untuk kita! Butternut, labu, spaghetti atau labu butternut, semuanya menyembunyikan harta karun nutrisi di balik dagingnya yang berwarna oranye. Berikut ini adalah 5 manfaat kesehatan yang akan membuat Anda ingin menjadikannya sebagai sayuran favorit Anda (dan memanggangnya malam ini).
1. Ringan, tetapi sangat bergizi
Dengan hanya 20 hingga 40 kkal per 100 g yang dimasak, tergantung varietasnya, labu siam adalah salah satu sayuran paling ringan yang tersedia. Namun, ia dapat bertahan lama!
Dan mengapa demikian? Berkat seratnya yang lembut, hadir dengan kadar sekitar 2g per 100g. Ini memperlambat pencernaan, merangsang transit dan membuat Anda merasa sangat kenyang. Hasilnya adalah hidangan yang nyaman yang tidak terlalu berat di piring atau timbangan.
Tips: semakin banyak minyak (zaitun atau rapeseed) yang Anda tinggalkan pada puree atau sup Anda, semakin baik nutrisi yang larut dalam lemak akan diserap.
2. Kaya akan karotenoid, antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh.
Apa yang membuatnya berwarna oranye cantik? Karotenoid ! Pigmen alami ini (termasuk beta-karoten yang terkenal) adalah antioksidan yang kuat. Di dalam tubuh, mereka diubah menjadi vitamin A, yang sangat penting untuk penglihatan, kulit dan pertumbuhan sel (sumber: EFSA).
Penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini membantu melindungi sel dari stres oksidatif dan menjaga kesehatan mata. Dan kabar baiknya, tidak seperti suplemen, tidak ada risiko overdosis melalui makanan. Jadi semakin banyak warna oranye, semakin baik!
Tip: krim labu atau puree butternut dengan sedikit susu atau krim nabati = dosis rasa manis dan dorongan antioksidan yang nyata.
3. Baik untuk jantung (terima kasih kalium!)
Labu kaya akan kalium, mineral yang penting bagi jantung untuk berfungsi dengan baik dan untuk mengatur tekanan darah. Menurut WHO dan EFSA, asupan kalium yang cukup membantu menjaga tekanan darah normal dan membatasi risiko hipertensi.
Seporsi labu yang dimasak dengan berat 200 gram sudah menyediakan hampir 500 mg kalium, yang sangat membantu dalam menyeimbangkan asupan harian Anda (WHO, 2021).
Cobalah salad hangat dari butternut panggang, buncis, dan roket - yang kaya akan serat dan mineral!
4. Memanjakan mikrobiota kita
Serat dalam labu tidak hanya membantu pencernaan: serat juga memberi makan bakteri usus yang baik. Bakteri ini menghasilkan asam lemak yang bermanfaat bagi mukosa pencernaan dan kekebalan tubuh (EFSA, 2022).
Jadi, dengan memasukkan labu ke dalam makanan Anda secara teratur (sup, gratin, risotto, dll.), Anda membantu menyeimbangkan mikrobiota usus, "otak kedua" yang sangat dibanggakan itu.
Bonus tambahan: serat dalam labu siam lembut dan dapat ditoleransi dengan baik, cocok untuk perut yang sensitif.
5. Bijinya merupakan konsentrat energi dan mineral
Jangan buang bijinya! Dipanggang dalam oven atau digoreng, biji ini bisa menjadi camilan yang renyah dan bergizi. Magnesium, seng, fosfor, zat besi, belum lagi asam lemak baik dan protein nabati: semuanya ada di dalamnya.
Menurut USDA, 100 gram biji labu mengandung sekitar 550 kkal, serta kepadatan nutrisi yang sangat baik. Tidak perlu makan segenggam: cukup satu sendok makan sehari (yaitu 10-20g) sudah cukup untuk meningkatkan asupan Anda.
Taburkan di atas sup, salad, atau mangkuk Anda untuk menambah rasa renyah dan sehat.
Beberapa pengingat yang berguna
- Beberapa orang mengalami sedikit iritasi tangan saat memotong butternut: jangan khawatir, ini hanya sementara!
- Jika Anda mengonsumsi suplemen beta-karoten, hindari mengonsumsinya sekaligus jika Anda seorang perokok (rekomendasi EFSA).
- Biji-bijian, meskipun sehat, tetap mengandung kalori yang tinggi: segenggam saja, bukan satu bungkus penuh;)
Singkatnya
Labu rendah kalori, tinggi serat, tinggi kalium dan kaya akan antioksidan. Mereka mendukung pencernaan, kesehatan jantung dan vitalitas sel. Selain itu, labu dapat dimasak dengan berbagai cara: sebagai velouté, au gratin, kue tart yang gurih, puree atau bahkan hidangan penutup (halo, pai labu!).
Jadi, apakah kita akan kenyang? Dengan rasa manis dan warna-warna cerahnya, labu memberikan kenyamanan di piring Anda sekaligus menjaga kesehatan Anda. Alasan yang bagus untuk menikmatinya sepanjang musim gugur... dan bahkan setelahnya.
Adèle Peyches
Komentar