3 tanda bahwa Anda melakukan sesuatu secara berlebihan tanpa menyadarinya
Anda memakannya hampir setiap hari. Seringkali lebih dari sekali. Hal ini sangat umum sehingga Anda bahkan tidak menganggapnya sebagai 'kelebihan'. Namun, menurut banyak ahli nutrisi, ini adalah salah satu makanan yang paling mudah kita konsumsi secara berlebihan... tanpa kita sadari.
Masalahnya bukan untuk menjelek-jelekkannya, tetapi untuk memahami kapan tubuh mulai mengirimkan sinyal yang jelas. Sinyal yang sering kita abaikan atau kaitkan dengan stres, usia, atau pencernaan yang lambat. Jika Anda belajar mengenalinya, Anda dapat menghindari kembung, kelelahan, dan kenaikan berat badan yang kecil dan tidak dapat dijelaskan.
Mengapa sangat mudah untuk melebih-lebihkan
Makanan ini diterima secara sosial , selalu ada dan dianggap tidak berbahaya. Anda tidak mengalaminya sebagai suguhan, tetapi sebagai makanan pokok sehari-hari. Dan di sinilah mekanisme mental yang paling berbahaya diaktifkan: jika itu normal, maka tidak ada salahnya.
Banyak ahli gizi menjelaskan bahwa otak cenderung meremehkan jumlah ketika suatu makanan sudah dikenal dan diulang-ulang dari waktu ke waktu. Jadi, tanpa disadari, porsinya bertambah sedikit demi sedikit, hingga menjadi lebih besar dari yang Anda bayangkan.
Sinyal no. 1: kembung yang muncul bahkan ketika makan sedikit
Salah satu tanda pertama yang tidak boleh diremehkan adalah sering kembung, khususnya di bagian perut.
Bahkan ketika makan makanan ringan, Anda mungkin merasa terbebani, dengan perut yang kencang atau keras. Beberapa ahli gizi klinis menjelaskan bahwa hal ini terjadi ketika tubuh berjuang untuk mengatasi asupan karbohidrat olahan yang konstan, bahkan jika asupan kalori secara keseluruhan tidak tinggi.
Ini adalah sinyal yang licik, karena tidak langsung muncul setelah makan, tetapi sering kali beberapa jam kemudian.
Sinyal No. 2: rasa lapar kembali terlalu cepat
Anda baru saja makan... dan setelah beberapa saat kemudian Anda merasa lapar lagi.
Bukan lapar yang sesungguhnya, tetapi keinginan yang terus menerus untuk mendapatkan 'sesuatu'. Pakar nutrisi menjelaskan bahwa hal ini terjadi ketika makanan yang dikonsumsi menyebabkan lonjakan glikemik yang cepat, diikuti dengan penurunan energi yang sama cepatnya.
Otak menafsirkan penurunan tersebut sebagai kebutuhan akan lebih banyak makanan, meskipun Anda sebenarnya sudah mengonsumsi cukup kalori.
Sinyal No. 3: kelelahan mental dan penurunan konsentrasi
Ini adalah tanda yang paling sering diremehkan.
Setelah makan, Anda merasa terbebani, kurang jernih, sulit berkonsentrasi, atau sedikit mengantuk. Menurut banyak praktisi nutrisi fungsional, ketika makanan dimakan terlalu sering, tubuh akan mengalihkan banyak energi untuk pencernaan, sehingga hanya sedikit yang tersedia untuk otak.
Ini bukan kemalasan. Ini adalah biokimia.
Mengapa Anda tidak segera menyadarinya
Masalah sebenarnya adalah bahwa sinyal-sinyal ini
- mereka datang secara bertahap
- tidak sakit
- tampak 'normal'.
Dan justru itulah yang membuatnya berbahaya. Tubuh berbicara dengan lembut tapi pasti. Terserah Anda untuk mendengarkannya.
Kesalahan paling umum yang dilakukan banyak orang
Berpikir bahwa masalahnya adalah 'makan berlebihan' secara umum. Kenyataannya, masalahnya adalah terlalu sering makan makanan yang sama, tanpa variasi dan tanpa keseimbangan.
Dan sekarang kita sampai pada poin kuncinya.
Makanan yang dimaksud (yang hampir semua orang meremehkan)
Makanan yang kita bicarakan adalah roti, terutama roti olahan.
Roti hadir saat sarapan, makan siang, dan makan malam, sering kali dalam jumlah otomatis: sepotong ekstra, sepotong 'untuk berjaga-jaga', sepotong lagi tanpa memikirkannya. Ahli gizi tidak mengatakan untuk menghilangkannya, tetapi untuk mengurangi frekuensinya dan meningkatkan kualitasnya, berganti-ganti dan mendengarkan sinyal tubuh.
Penyebab sebenarnya yang tidak terpikirkan oleh siapa pun untuk dibatasi
Jika Anda sering merasa kembung, merasa lapar tak lama setelah makan atau tiba di penghujung hari dengan pikiran yang berat, Anda mungkin tidak makan 'terlalu banyak' secara umum.
Lebih seringnya, Anda makan roti secara berlebihan tanpa menyadarinya. Sepotong tambahan, sepotong yang dipatahkan tanpa sadar, gigitan otomatis yang menyertai setiap kali makan.
Perubahan yang paling efektif sebenarnya bukan menghilangkannya sama sekali, tapi berhenti memakannya secara otomatis. Ketika roti kembali menjadi pilihan yang disadari dan bukan kebiasaan yang konstan, tubuh akan menanganinya dengan lebih baik dan tanda-tanda kembung dan kelelahan mulai berkurang secara alami.
Komentar