Jika sering mengonsumsinya, Anda berisiko mengalami jerawat dan kulit kusam: inilah makanan yang menjadi penyebabnya
Pernah menjalani rutinitas perawatan kulit yang sempurna, tetapi jerawat, komedo, atau kulit kusam yang mengganggu tetap muncul? Sering kali masalahnya bukan pada pembersih ataupun serum vitamin C. Kadang-kadang, penyebabnya adalah... apa yang Anda makan. Dalam artikel ini, cari tahu makanan apa saja yang perlu diwaspadai, pendapat para ahli gizi terkemuka, serta cara mengubah pola makan agar kulit tampak lebih cerah, sehat, dan kencang.
Makanan yang dapat menyebabkan jerawat dan kulit kusam
Ilmu pengetahuan menyoroti satu kelompok makanan tertentu: gula sederhana dan karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi. Roti putih, brioche, biskuit, sereal olahan, camilan manis... jika sering dikonsumsi, makanan ini dapat memicu jerawat dan membuat kulit tampak kusam.
Seperti dijelaskan ahli gizi Valentina Chiozzi di Corriere Salute, «gula dengan cepat meningkatkan kadar insulin, hormon yang merangsang produksi sebum. Semakin banyak sebum, semakin besar kemungkinan terjadinya peradangan dan timbulnya jerawat».
Singkatnya, ketika Anda mengonsumsi gula rafinasi, tubuh memproduksi lebih banyak insulin untuk mengembalikan kadar gula darah ke normal. Namun, insulin juga memicu:
- peningkatan produksi sebum
- peningkatan faktor peradangan
- penurunan kualitas kolagen
Akibatnya: kulit tampak berminyak dan meradang, serta lebih rentan mengalami masalah.
Produk susu: makanan lain yang sedang diobservasi
Kelompok makanan lain yang sering dikaitkan dengan masalah kulit adalah produk susu, terutama susu sapi.
Seperti dilaporkan Giulia Steri di La Repubblica, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa susu dapat merangsang produksi IGF-1, hormon yang berkaitan dengan peradangan dan pertumbuhan kelenjar sebasea. Tidak semua orang bereaksi dengan cara yang sama, tetapi orang yang sensitif mungkin mendapati jerawatnya memburuk setelah mengonsumsi yoghurt manis, cappuccino setiap hari, atau keju segar dalam jumlah banyak.
Dokter kulit Annalisa Brandi juga menegaskan bahwa «bukan keju matang itu sendiri yang menyebabkan jerawat, melainkan perpaduan laktosa, lemak, dan gula yang dapat mengubah mikrobiota serta memicu peradangan sistemik».
Makanan ultra-proses: musuh nyata bagi kulit
Biskuit kemasan, camilan, kue kemasan, minuman bersoda, dan produk roti hasil industri: makanan ultra-proses berdampak kuat pada tubuh dan, sebagai dampaknya, pada kulit.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Toronto (2024), orang yang mengonsumsi lebih dari tiga porsi makanan ultra-proses sehari memiliki kemungkinan 28% lebih tinggi untuk mengalami jerawat sedang atau berat.
Alasannya sederhana. Produk-produk ini mengandung:
- gula tambahan
- lemak terhidrogenasi
- bahan tambahan
- garam berlebih
Perpaduan ini mendorong peradangan dan stres oksidatif, dua faktor yang membuat kulit tampak lebih kusam dan bernoda.
Apa kata ahli gizi?
Sebagian besar ahli sepakat pada satu prinsip utama: makanan yang dapat memengaruhi kulit tidak perlu dihilangkan sepenuhnya, tetapi sebaiknya dikonsumsi secukupnya sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Komunikator sains dan mentor kuliner Marco Bianchi menekankan pentingnya mengurangi gula sederhana dan memilih biji-bijian utuh serta kacang-kacangan, yang penting bagi mikrobiota yang sehat dan warna kulit yang lebih merata. Ahli gizi Serena Missori juga mengajak kita untuk mengamati respons tubuh dengan saksama: jika Anda melihat adanya hubungan antara susu sapi dan munculnya jerawat, mungkin ada baiknya membatasi konsumsinya dan memilih alternatif nabati tanpa gula.
Keduanya sepakat pada satu hal penting: pola makan seimbang, kaya nutrisi dan tidak berlebihan, merupakan salah satu kunci untuk mendapatkan kulit yang lebih cerah dan sehat.
Apa yang harus dimakan untuk mendapatkan kulit yang bercahaya
Untuk memperbaiki kondisi kulit secara nyata, banyak ahli menyarankan pola makan kaya nutrisi antiinflamasi. Secara khusus:
1. Makanan kaya omega-3
Ikan berlemak, biji rami, dan kenari membantu mengurangi peradangan.
2. Buah dan sayuran berwarna
Keduanya kaya akan antioksidan yang melawan radikal bebas.
3. Protein rendah lemak
Dengan mendukung sintesis kolagen, protein ini membantu kulit menjadi lebih kencang.
4. Makanan fermentasi
Yoghurt (sebaiknya tanpa gula), kefir, dan kimchi membantu memperbaiki mikrobiota, yang penting bagi kesehatan kulit.
5. Air, banyak air
Hidrasi = kulit bercahaya.
Kesimpulannya
Sesekali makan makanan manis tidak akan merusak kulit Anda. Namun, jika Anda banyak mengonsumsi gula, tepung rafinasi, produk susu secara berlebihan, dan makanan ultra-proses, hal itu dapat memicu jerawat, peradangan, dan kulit kusam yang mengganggu. Amati reaksi tubuh Anda, cobalah alternatif yang lebih seimbang, dan ingat: kulit Anda mencerminkan apa yang Anda makan.
Daniele Mainieri
Komentar